Just Me
This is my small world
Senin, 13 Februari 2012
Siklus Akutansi Perusahaan Jasa
Siklus Akutansi Perusahaan dagang
Power Point Pengantar Manajemen
Silabus KWR Berbasis Karakter
UU Sistem Pendidikan Nasional
Apa Bahasa Itu?
APA BAHASA ITU? Sepuluh Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Lain halnya menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
Pendapat di atas mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi lain, Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12).
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Rabu, 14 Desember 2011
Landasan Pendidikan (2)
G. Jenis-jenis Upaya Pendidikan
Upaya pendidikan adalah suatu cara usaha pendidikan untuk membimbing anak mencapai kedewasaannya. Cara usaha itu dapat berbentuk pendidikan atau situasi yang disengaja diadakan untuk mendidik anak. Upaya pendidikan berbeda artinya dengan faktor pendidikan. Pada faktor pendidikan, adalah suatu pengaruh yang tidak sengaja diadakan oleh pendidik, tetapi walaupun demikian dapat mempunyai pengaruh terhadap anak yang sama dengan upaya yang dengan sengaja diadakan oleh pendidik.
Perbuatan pendidik yang disengaja ditonjolkan kepada anak sebagai teladan atau nasehat yang selalu dikemukakan kepada anak, biasanya tidak memberikan efek yang diharapkan, karena anak akan merasa tersinggung dalam kemandiriannya.
Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa proses pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara pendidik dan anak didik, dan upaya pendidikan dilaksanakan dalam pergaulan pedagogis tersebut. Jadi, upaya pendidikan sebenarnya suatu perbuatan kewibawaan. Pendidik yang berwibawa adalah bila ia telah melaksanakan atau merealisasikan sendiri nilai yang ingin disampaikan kepada terdidik. Setiap upaya pendidikan dilaksanakan berhubungan dengan empat hal, yaitu :
1. Untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, dapat dilakukan dengan membatasi tujuan-tujuan pendidikan yang terbagi menjadi beberapa jenis tujuan,yaitu; tujuan umum, tujuan khusus, tujuan insidental, tujuan sementara, tujuan tidak lengkap, dan tujuan intermedier atau antara.
2. Dihubungkan dengan siapa yang mempergunakan upaya itu, walaupun upaya itu jelas tujuannya, belum tentu seseorang dapat memakainya secara efektif.
3. Dihubungkan dengan cara atau bentuk upaya yang dipergunakan seperti larangan, perintah,dsb, dapat memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan
4. Bagaimana efeknya terhadap anak. Dalam menerapkan upaya pendidikan. Pendidik harus memperhatikan sifat khusus dari kontribusi dan situasi khusus anak pada suatu saat secara konkrit.
Berdasarkan uraian tersebut, mempunyai implikasi bahwa setiap upaya atau pelaksanaan proses pendidikan, sebenarnya adalah suatu perbuatan wibawa,dimana nilai atau maksud yang diinginkan harus sesuai dengan kenyataan.
Pendidik juga dituntut untuk berbuat sesuai dengan azas kepatuhan, artinya setiap perbuatan mendidik akan mengandung konsekuensi logis baik dari sudut logika, praktika, etika, dan estetika. Oleh karena itu, guru selalu dipandang sebagai orang yang patut digugu dan ditiru.
Dalam kehidupan guru sehari-hari, ternyata tidak hanya dilihat dari aspek tugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang yang dipandang sebagai tokoh, idola, dan sebagai orang yang menjalankan berbagai perilaku yang bermoral. Manakala guru berlaku tidak sesuai dengan harapan masyarakat, maka akan dianggap sebagai guru yang tidak patut, tidak layak jadi panutan, dan sebagainya.
Landasan Pendidikan (1)
D. Tugas – Tugas Pokok Perkembangan
Proses pendewasaan manusia itu adalah pertemuan antara pertumbuhan potensi dari dalam pada anak, dan pengaruh dari lingkungan, yang sebagian diatur dengan sengaja yang disebut pendidian. Dengan demikian pendidikan terdiri atas pelaksanaan tugas-tugas perkembangan potensi pada anak (developmental task). Dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan, harus memperhatikan tahap-tahap pertumbuhan tertentu, dan setiap pentahapan perkembangan anak mempunyai dasar pemikiran sendiri sesuai dengan konsep atau teori yang dipakai untuk mengadakan prodesasian itu.
Tahap-tahap pengembangan menurut Erickson, yang diadopsi oleh sikun Pribadi (1984;156-159) adalah sebagai berikut:
1. The sense of trust (kemampuan mempercayai) , kira-kira umur 0-12 bln.
Kemampuan dan penghayatan ini telah mulai berkembang sejak bayi lahir, karena diliputi oleh suasana yang hangat, mesra, dan kasih sayang oleh ibu terhadap anak dan semua anggota keluarga, sehingga mempercayai bahwa segala kebutuhan hidupnya terpenuhi
2. The sense of authonomy (kemampuan berdiri sendiri) kira-kira umur 1.5-3 tahun.
Pada tahap ini anak menghadapi tugas untuk mempertegas kehadirannya sebagai manusia yang mempunyai kesadaran dan kemauan sendiri serta dapat berdiri sendiri, walaupun dalam hal-hal tertentu ia membutuhkan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
3. The sense of initiative (kemampuan berprakarsa) kira-kira umur 3.5-5.5 tahun.
Anak pada umur ini ingin menemukan kemampuan-kemampuan yang tersimpan dalam dirinya. Dia mencari kesempatan dan rasa kebebasan untuk mengembangkan kemampuannya itu dengan banyak mencoba-coba, meniru orang lain, mengambangkan daya fantasinya, kreativitasnya dan inisiatifnya.
4. The sense of accomplshment (kemampuan menyelesaikan tugas),bkira-kira umur 6-12 tahun.
Pada periode ini anak nampak rajin dan aktif, karena ingin menyelesaikan tugas-tugas yang dirasakan pada dirinya. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga perasaan anak jangan sam-pai anak merasa dirinya rendah diri, merasa kurang mampu berprestasi.
5. Periode ini juga dapat disebut umur sekolah, oleh karena itu, anak tidak boleh gagal dalam sekolahnya, ia harus dapat memperoleh kepuasan karena ia telah berhasil, dan rasa keberhasilan ini akan memperkuat perkembangan kepribadiannya.
6. The sense of identity (kemampuan meyakini identitasnya) kira-kira umur 12-18 tahun.
Periode ini adalah periode remaja atau adolesense, yaitu periode dimana anak mencari identitasnya, yang dapat menjawab siapakah dia, bagaimana sifat-sifat baiknya, bagaimana hubunganya dengan orang-orang lain. Mula-mula ia diombang-ambing antara perasaan dirinya masih anak-anak,tetapi sebaliknyaia merasa sudah mulai dewasa.
7. Tahap kedewasaan; ada tiga tahap periode ini yang dimulai dari tahap keakraban (intimacy), kemampuan mengurus (generativy), dan tahap keutuhan kepribadian (intergrity).
a. Intimacy (keakraban), merupakan ciri-ciri yang penting pada periode dewasa, yang memperlihatkan kedekatan kepada lain jenis, persahabatan, kepemimpinan, kasih sayang, cinta,perjuangan,persaingan, dan cita-cita.
b. Generativity (kemampuan mengurus), adalah ciri yang menunjukkan seseorang mampu mengurusi orang lain, baik terhadap keluarga maupun masyarakat, sehingga mampu membentuk keluarga, seperti suami mampu mengurusi istri atau sebaliknya dan terhadap anak-anaknya.
c. Intergrity (integritas kepribadian), merupakan tingkat kedewasaan yang penuh tanggung jawab, yang dapat menerima dirinya dan orang lain, memiliki rasa sayang terhadap sesama manusia lainnya, jujur, memiliki harga diri yang tinggi, memiliki pandangan yang obyektif terhadap dirinya, terhadap orang lain dan terhadap segala peristiwa dalam kehidupan, serta memiliki kejiwaan yang stabil dan otentik (tidak dibuat-buat).
Langganan:
Komentar (Atom)