Rabu, 14 Desember 2011

Landasan Pendidikan (1)

D. Tugas – Tugas Pokok Perkembangan

Proses pendewasaan manusia itu adalah pertemuan antara pertumbuhan potensi dari dalam pada anak, dan pengaruh dari lingkungan, yang sebagian diatur dengan sengaja yang disebut pendidian. Dengan demikian pendidikan terdiri atas pelaksanaan tugas-tugas perkembangan potensi pada anak (developmental task). Dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan, harus memperhatikan tahap-tahap pertumbuhan tertentu, dan setiap pentahapan perkembangan anak mempunyai dasar pemikiran sendiri sesuai dengan konsep atau teori yang dipakai untuk mengadakan prodesasian itu.

Tahap-tahap pengembangan menurut Erickson, yang diadopsi oleh sikun Pribadi (1984;156-159) adalah sebagai berikut:
1.       The sense of trust (kemampuan mempercayai) , kira-kira umur 0-12 bln.
Kemampuan dan penghayatan ini telah mulai berkembang sejak bayi lahir, karena diliputi oleh suasana yang hangat, mesra, dan kasih sayang oleh ibu terhadap anak dan semua anggota keluarga, sehingga mempercayai bahwa segala kebutuhan hidupnya terpenuhi
2.       The sense of authonomy (kemampuan berdiri sendiri) kira-kira umur 1.5-3 tahun.
Pada tahap ini anak menghadapi tugas untuk mempertegas kehadirannya sebagai manusia yang mempunyai kesadaran dan kemauan sendiri serta dapat berdiri sendiri, walaupun dalam hal-hal tertentu ia membutuhkan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
3.       The sense of initiative (kemampuan berprakarsa) kira-kira umur 3.5-5.5 tahun.
Anak pada umur ini ingin menemukan kemampuan-kemampuan yang tersimpan dalam dirinya. Dia mencari kesempatan dan rasa kebebasan untuk mengembangkan kemampuannya itu dengan banyak mencoba-coba, meniru orang lain, mengambangkan daya fantasinya, kreativitasnya dan inisiatifnya.
4.       The sense of accomplshment (kemampuan menyelesaikan tugas),bkira-kira umur 6-12 tahun.
Pada periode ini anak nampak rajin dan aktif, karena ingin menyelesaikan tugas-tugas yang dirasakan pada dirinya. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga perasaan anak jangan sam-pai anak merasa dirinya rendah diri, merasa kurang mampu berprestasi.
5.       Periode ini juga dapat disebut umur sekolah, oleh karena itu, anak tidak boleh gagal dalam sekolahnya, ia harus dapat memperoleh kepuasan karena ia telah berhasil, dan rasa keberhasilan ini akan memperkuat perkembangan kepribadiannya.
6.       The sense of identity (kemampuan meyakini identitasnya) kira-kira umur 12-18 tahun.
Periode ini adalah periode remaja atau adolesense, yaitu periode dimana anak mencari identitasnya, yang dapat menjawab siapakah dia, bagaimana sifat-sifat baiknya, bagaimana hubunganya dengan orang-orang lain. Mula-mula ia diombang-ambing antara perasaan dirinya masih anak-anak,tetapi sebaliknyaia merasa sudah mulai dewasa.
7.       Tahap kedewasaan; ada tiga tahap periode ini yang dimulai dari tahap keakraban (intimacy), kemampuan mengurus (generativy), dan tahap keutuhan kepribadian (intergrity).
a.       Intimacy (keakraban), merupakan ciri-ciri yang penting pada periode dewasa, yang memperlihatkan kedekatan kepada lain jenis, persahabatan, kepemimpinan, kasih sayang, cinta,perjuangan,persaingan, dan cita-cita.
b.      Generativity (kemampuan mengurus), adalah ciri yang menunjukkan seseorang mampu mengurusi orang lain, baik terhadap keluarga maupun masyarakat, sehingga mampu membentuk keluarga, seperti suami mampu mengurusi istri atau sebaliknya dan terhadap anak-anaknya.
c.       Intergrity (integritas kepribadian), merupakan tingkat kedewasaan yang penuh tanggung jawab, yang dapat menerima dirinya dan orang lain, memiliki rasa sayang terhadap sesama manusia lainnya, jujur, memiliki harga diri yang tinggi, memiliki pandangan yang obyektif terhadap dirinya, terhadap orang lain dan terhadap segala peristiwa dalam kehidupan, serta memiliki kejiwaan yang stabil dan otentik (tidak dibuat-buat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar